WASWAS MENANTI DANA BIDIKMISI bag2

Dasar program ini adalah Pasal 76 UndangUndang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang mewajibkan pemerintah memenuhi hak mahasiswa kurang mampu secara ekonomi atau miskin untuk dapat menyelesaikan studinya menurut peraturan akademik. Walau Bidikmisi diutamakan bagi mahasiswa kurang mampu, syarat prestasi tetap menjadi kriteria. Tujuannya agar penerima program ini terseleksi dari yang benarbenar mempunyai potensi dan kemauan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

Program ini telah memberikan bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup kepada sekitar 300 ribu mahasiswa sejak dilaksanakan pada 2010 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional. Nilai bantuan yang diberikan setiap semesternya Rp 6 juta per mahasiswa. Dana tersebut terbagi atas Rp 2,4 juta sebagai uang kuliah tunggal dan Rp 3,6 juta sebagai biaya hidup selama periode enam bulan atau setara dengan Rp 600 ribu per bulan.

WASWAS MENANTI DANA BIDIKMISI

HIMAWAN, mahasiswa semester akhir Fakultas Kehutanan Institut Pertani an Bogor, adalah peserta program Bidikmisi. Setiap bulan ia menerima Rp 600 ribu untuk hidup sehari-hari, dari sewa kamar kos, makan, hingga biaya tambahan tugas kuliah. Hanya, dana dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi itu jauh dari memadai. Aneka praktek lapangan fakultas membuat dana Bidikmisi yang ia terima semakin tak cukup.

Praktek lapangan ini membutuhkan biaya akomodasi tambahan yang akan semakin menguras biaya hidupnya. Untuk mengakalinya, ia pun mengajukan bantuan subsidi dari fakultas. Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan. Berbeda dengan beasiswa yang berfokus pada pemberian penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi, Bidikmisi berfokus pada mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Perlukah Bayi Merangkak

Mama mana yang tidak senang bila perkembangan bayinya terus mengalami kemajuan? Salah satu perkembangan yang kerap dinantikan adalah merangkak. Menurut ahli tumbuh kembang anak yang juga pengurus IDAI Jaya (Ikatan Dokter Anak Indonesia Jakarta Raya), dokter Rini Sekartini, merangkak merupakan salah satu perkembangan motorik kasar pada bayi.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Proses merangkak sebagian besar dilampaui oleh bayi, tetapi ada sekitar 15% bayi tidak melewati fase merangkak dan ini merupakan hal yang normal. “Sebenarnya tidak mengapa bila bayi tidak melewati fase merangkak. Mama dan Papa tidak perlu stres atau dibebani rasa bersalah sehingga menjadi cemas. Lagi pula, dalam perangkat skrining perkembangan tidak terdapat item untuk menilai perkembangan merangkak.

Merangkak merupakan peralihan kemampuan bayi dari proses tengkurap dan berguling menuju kemampuan berdiri. Kurun waktu perkembangan merangkak terjadi pada usia sekitar 7-10 bulan. Untuk itu, orangtua harus memberikan kesempatan dan melakukan stimulasi,” papar Rini.

Baik Untuk Motorik Kasar

Rini tidak menampik bahwa aktivitas merangkak baik untuk perkembangan motorik kasar. “Pada saat merangkak terjadi koordinasi antara tungkai kaki dan lengan untuk bergerak ke seluruh arah. Gerakan sinkron kiri dan kanan ini secara tidak langsung dapat merangsang kedua belahan otak kiri dan kanan. Rangsangan yang seimbang ini akan membantu perkembangan kedua belahan otak untuk mengoptimalkan fungsi nya,” jelas Rini. Tapi, Rini mengulangi penegasannya bahwa tidak semua bayi yang sudah dapat duduk, lalu merangkak dan terus berdiri.

Bisa saja salah satu fasenya mendahului yang lain. Ada bayi yang setelah duduk langsung dapat berdiri tanpa merangkak. Jadi, Mama dan Papa tak perlu khawatir bila bayinya tidak melewati fase merangkak. Lebih lanjut Rini mengatakan, “Pada bayi yang melewati fase merangkak ataupun yang tidak merangkak dalam bentuk lain seperti merayap, tidak berarti perkembanganya tidak normal, demikian pula perkembangan kemampuan otaknya. Koordinasi kiri dan kanan dapat pula dilakukan de ngan proses berjalan de ngan mengayunkan tangannya. Hal ini juga akan membantu merangsang kedua belahan kiri dan kanan otaknya. Jadi orangtua tidak harus sangat khawatir bila bayinya tidak merangkak.”

Chicken Cordon Bleu ala Cafe Instagramable di Jakarta

Chicken Cordon Bleu ala Cafe Instagramable di Jakarta

Bahan: 1 pasang dada ayam 1/4 sdt garam 1/4 sdt merica bubuk 1 sdt air jeruk nipis 500 ml minyak untuk menggoreng Bahan Pelapis: 3 bh putih telur 100 gr tepung panir kasar Bahan

Bahan Isi: 4 lbr keju cepat leleh 4 lbr daging asap Pelengkap: 100 gr saus mayonnaise 100 gr saus tomat

Cara Membuat untuk 2 porsi : 1. Potong 2 bagian dada ayam. Sayat bagian tengah dada ayam hingga berbentuk kantung. Lumuri ayam bersama garam, merica bubuk, dan air jeruk nipis. Diamkan 15 menit. 2. Ambil sepotong dada ayam. Masukkan selembar daging asap dan keju. Rapatkan kembali ujungnya. 3. Gulingkan di atas tepung panir kasar. Celupkan ke dalam putih telur. Gulingkan di atas tepung panir kasar. 4. Goreng ayam di dalam minyak yang telah dipanaskan dengan api sedang sampai matang. Sajikan bersama pelengkap.

Ayam Krispi Keju Pedas 4 porsi

Bahan: 1 pasang dada ayam 1/2 sdt garam 1/8 sdt merica bubuk 1 sdt air jeruk nipis 500 ml minyak untuk menggoreng Bahan Pelapis: 200 gr tepung sagu ubi Bahan Taburan: 1 sdt bubuk keju 1 sdt bubuk cabai

Cara Membuat: 1. Potong 2 bagian dada ayam. Ambil satu bagian dada ayam. Belah menjadi 2 bagian. Satu bagian lagi dibelah 2 melebar, tanpa putus. 2. Pukul-pukul dada ayam hingga pipih. Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, merica bubuk, dan garam. Diamkan 15 menit. 3. Gulingkan ayam di atas tepung sagu ubi sambil ditekan-tekan agar tepung menempel. Angkat-angkat. 4. Goreng di dengan minyak yang telah dipanaskan pada api sedang sampai matang. Tiriskan. Sajikan bersama taburan bubuk keju dan cabai.

Ayam Lapis Kentang

Bahan: 1 pasang dada ayam, potong 2 bagian 1 sdt air jeruk nipis 1 bh kentang, iris tipis 1 bh tomat, iris tipis 1 sdt oregano 100 gr keju cepat leleh, iris-iris 1/4 sdt merica bubuk 1/4 sdt garam 1 sdm minyak

Bahan Olesan: 2 sdm susu cair

Cara Membuat: 1. iris-iris ayam tidak putus. Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, garam, merica bubuk, dan minyak. 2. Masukkan kentang, tomat, dan keju pada bagian irisan ayam. 3. Taburi ayam dengan oregano. 4. Letakkan ayam di atas loyang yang sudah dilapisi aluminium foil. oven dengan api bawah pada suhu 180 derajat Celsius sampai matang, sambil diolesi bahan olesan.

Kecerdasan Yang Dikembangkan

n KECERDASAN BAHASA Adanya komunikasi dengan orangtua makin memperkaya kosakata anak.

n KECERDASAN INTERPERSONAL Ada interaksi antara orangtua dan anak. Permainan ini juga sangat menye nangkan sehingga timbul kenyaman an dan kesenangan tersendiri. Hal ini akan menstabilkan kondisi emosinya sehingga membuat emosi anak lebih terkontrol .

n KECERDASAN KINESTETIK-JASMANI Dalam hal ini yang distimulasi adalah motorik halus, yaitu pergelangan dan jari-jemari anak.

Bermain Potong dan Belah

Bagi anak usia dini, bermain adalah suatu proses belajar untuk merangsang kecerdasannya: melatih otot-otot, mengasah indra, mengeksplorasi dunia sekitar, menguasai bahasa, bernalar, bersosialisasi, dan mengenal diri sendiri. Banyak permainan mencerdaskan yang fun, yang bisa dilakukan bersama si kecil di rumah. Sempatkan paling tidak 10 menit sehari. No gadget, no TV!

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Anak batita sangat suka dengan aktivitas memotong-motong. Tak heran bila kita sering menemukan anak yang senang membelah-belah kue dengan tangannya, mematahkan krayon, atau mematahkan biskuit. PERALATAN Piring tahan pecah dan sendok plastik atau pisau mainan, selembar roti tawar atau sekeping biskuit.

CARA BERMAIN 1. Jika si kecil tampak tertarik memotong atau membelah sesuatu, sodorkan biskuit renyah atau roti dalam piring tahan pecah lengkap dengan sendok plastik/pisau mainan untuk memotong. 2. Biarkan anak beraktivitas entah memotong dengan sendok plastik/ pisau mainan atau mematahkannya dengan tangan. 3. Setelah terpotong, terangkan padanya bahwa tadinya biskuit hanya satu, tetapi setelah dipotong-potong jadi ada banyak bagiannya.

Bermain Itu Belajar

Anak prasekolah senang sekali bermain, karena memang itulah tugas utamanya sebagai anak. Lebih dari itu, semua hal di sekitarnya ia pelajari lewat bermain. Jadi, belajar tak melulu harus duduk manis, tetapi dengan bermain pun, anak bisa mengetahui dan mempelajari banyak hal lewat cara yang menyenangkan. Contoh, anak suka bermain mobilmobilan. Ia sibuk membuat antrean panjang dengan mobil-mobilnya. Kadang mobil-mobilnya berserakan di mana-mana.

Namun, anak belajar macam-macam dari mobil-mobil mainannya: mengelompokkan mobil sesuai warna, jenis, merek, mengenal arah depanbelakang-atas-bawah, membuat cerita, mengenali rambu lalu lintas, berkompetisi lewat balapan mobil mainan, mengenal konsep menang-kalah, bermain bersama dan bergantian dengan teman. Jadi, bermain adalah belajar dan segala sesuatu yang dipelajari dengan cara menyenangkan akan lebih melekat dalam ingatan anak hingga ia besar.

Kecerdasan Yang Dikembangkan

n KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS Setelah memotong atau membelah, anak akan mendapatkan pengetahuan baru. “Wah, ternyata kalau biskuit ini dipotong potong jadinya kecil-kecil tapi lebih banyak.” Saat memotong atau membelah, anak dituntut untuk terus memerhatikan benda yang dipegangnya. Bagian-bagian mana yang akan dipotong atau dibelahnya. De ngan begitu fokus perhatiannya juga akan terstimulasi.

Sumber : pascal-edu.com

Manajer Antisipatif untuk Perubahan Teknologi

KEBIJAKAN yang keluar dari manajemen yang mengerti persoalan dibanding dari yang kurang mengerti memang sangat berbeda. Kebijakan terasa penuh keraguan jika keputusan keluar dari manajemen yang kurang paham masalah. Selain tidak fokus, kebijakan tidak konsisten dan sulit diterapkan untuk dasar kebijakan jangka panjang. Implementasi yang dipaksakan – akibat penuh warna politis – terjadi pada periode penguasa manajemen itu membuat manajemen periode berikut agak kesulitan, yang buntutnya setiap menteri baru membuat aturan baru. Setidaknya itulah gambaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) saat ini, juga beberapa kementerian lain di pemerintahan Jokowi-JK, dibandingkan beberapa periode sebelumnya. Memang terasa benar perbedaannya jika manajer yang mengelola adalah praktisi dengan pengalaman seabrek, dibanding manajer yang didudukkan oleh kuasa politis. Dari sepanjang sejarahnya, baik ketika masih menjadi bagian dari Departemen Perhubungan, atau ketika menjadi Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi lalu terakhir mandiri sebagai Kementerian Kominfo, baru kali ini gebrakan manajemennya terasa benar.

Manajer Antisipatif untuk Perubahan Teknologi

Apa yang selalu menjadi ganjalan, atau pelaksanaan kebijakan yang tidak terlalu jelas karena sarat beban politis, tidak lagi tampak. Keberanian menteri dalam memutuskan kebijakan dengan dasar kepentingan industri dalam melayani masyarakat sangat menonjol, karena menterinya adalah praktisi yang paham benar industri telekomunikasi. Separuh usia Menkominfo Rudiantara – namanya memang hanya sepotong itu sehingga agak menyulitkan ketika ia harus mengisi formulir permohonan visa untuk negara-negara yang mewajibkan mencantumkan nama keluarga –malang melintang di industri telekomunikasi. Sarjana statistik ini berkarier sebagai karyawan PT Indosat, lalu menjadi direktur niaga di PT Telkomsel, lalu direktur di PT Excelcomindo Pratama (cikal bakal PT XL Axiata), lalu menjadi komisaris PT Telkom dan PT Indosat setelah diselingi menjadi wakil direktur di dua BUMN, PT Semen Gresik dan PT PLN, membuatnya matang. Kelebihannya hanya (orang bilang) sepele dibanding semua pendahulunya. Ia tahu persis kebutuhan industri, baik dilihat dari sisi operator, dari sisi pemerintah maupun dari sisi masyarakat. Karenanya kebijakannya – walau ini masih harus diuji oleh waktu apakah akan konsisten – boleh dikata melegakan semua pihak.

Periode-periode lalu menteri selalu penuh pertimbangan jika akan mengadopsi teknologi baru, padahal di telekomunikasi teknologi berkembang cepat, siklusnya bukan 10 tahun atau lima tahun, dalam dua tiga tahun teknologinya sudah ketinggalan zaman. Peralatan teknologi meski masih bagus, acapkali harus diganti dengan yang baru karena ada rilis teknologi baru. Walaupun “icip-icip” Periode lalu menteri yang berkaitan dengan telekomunikasi selalu penuh keraguan dalam memutuskan, sebab mereka kekurangan basis pengetahuan yang akan melandasi kebijakannya. Itu sebabnya Indonesia termasuk lambat dalam menerapkan layanan GSM generasi ketiga (3G) dibanding operator telekomunikasi di banyak negara. Pemerintah sat itu juga raguragu memutuskan, ketika diminta segera menetapkan kebijakan pengadopsian teknologi generasi keempat (4G) dengan alasan kepentingan operator harus dijaga sebab investasi mereka untuk layanan 3G saja belum impas.

Padahal dorongan untuk implementasi 4G justru datang dari kalangan operator GSM sendiri. Sangat terasa, kebijakan Rudiantara sangat pas dengan kebutuhan industri yang dituntut untuk memberi pengalaman pelanggan pada inovasi baru, utamanya dalam transmisi data karena masyarakat makin menuntut kecepatan unduh yang lebih tinggi. Masyarakat yang makin membutuhkan kecepatan informasi sudah diimbangi pangsa impor ponsel pintar yang makin mendominasi. Hingga pertengahan tahun 2014, boro-boro pemerintah memberi gambaran kapan 4G akan hadir. Pemilik kebijakan malah disibukkan dengan wacana menggelar tender atau beauty contest untuk dua kanal 3G yang tersisa, kanal 11 dan kanal 12 bekas Axis yang dikembalikan oleh XL Axiata pasca akuisisi Axis, yang tidak terlaksana juga. Jauh sebelum 100 hari pertama pemerintahan JokowiJK, Menkominfo Rudiantara sudah mengizinkan operator GSM memberi layanan 4G LTE (long term evolution) pada spektrum 900 MHz, sebelum tutup tahun lalu. Walaupun, boleh dikata kebijakan ini sekadar “icip-icip” sebab lebar pita yang tersedia di spektrum ini hanya 5 MHz, yang artinya kecepatan tertinggi yang bisa dinikmati pelanggan hanya sekitar 36 mbps (mega byte per detik).

Itu pun cukup merepotkan tiga operator pemilik frekuensi 900 MHz; PT Indosat (10 MHz), PT Telkomsel (7,5 MHz), dan PT XL Axiata (7,5 MHz), karena frekuensi ini dipenuhi pelanggan lama yang masih berkutat di layanan generasi kedua (2G). Pelanggan baru akan benar-benar menikmati layanan 4G LTE pertengahan tahun ini, nanti ketika Rudiantara mengeluarkan izin 4G LTE di rentang 1800 MHz, yang Februari ini akan ditata kembali (rearrangement/refarming). Kebijakan ini menimbulkan gairah di semua pihak, baik operator maupun pelanggan, sebab ada janji teknologi yang akan memungkinan pelanggan mendapat kecepatan unduh sampai 300 mbps. Kegairahan operator juga muncul ketika Rudiantara menyatakan spektrum 2,1 GHz yang kini untuk layanan 3G akan menjadi teknologi terbuka, sehingga operator dapat menggunakannya untuk layanan 4G LTE setelah dilakukan penataan ulang. Selama ini semua operator GSM memiliki kapasitas berlebih di frekuensi 3G ini, yang diharapkan akan “dilahap” masyarakat jika digunakan untuk layanan 4G LTE. Padahal pemerintah lama mewacanakan 4G akan memanfaatkan rentang frekuensi 2,3 GHz dan 2,6 GHz, dan tidak sebelum 2016. Juga direncanakan dua kanal sisa di rentang 2,1 GHz dilelang tahun 2015 ini, tanpa menyebut kemungkinan digunakan untuk 4G.

Jatuh Cinta pada Barang Olahan dari Situs Judi yang Lama

Jatuh Cinta pada Barang Olahan dari Situs Judi yang Lama Ngapain pakai barang baru, kalo bisa pakai barang lama,” ucap Ira (48), pemilik rumah. Ya, di mata Ira, barang-barang lama dan bekas pakai ini memiliki nilai seni yang lebih tinggi dibandingkan dengan barang baru. Bukan karena ia tak mampu membeli barang baru, tetapi Ira memang jatuh hati dengan barang lama. Ia juga tidak merasa dirinya hina dengan membangun rumah dari material dan barang lama. Bahkan, ia bangga karena sedikit banyak telah melestarikan barang-barang yang syarat akan nilai budaya Bangsa Indonesia karena barang-barang dan material yang ia kumpulkan tak terlepas dari sejarah kehidupan masyarakat Indonesia dulu. Selain karena alasan hobi mengoleksi barang lama, melestarikan barang-barang yang syarat akan nilai budaya memang jadi tujuan yang ingin ia capai. Ira tak ingin barang-barang ini jatuh ke tangan orang asing. Memang, sekarang ini banyak sekali orang asing yang memburu barangbarang lama ini.

Jatuh Cinta pada Barang Olahan dari Situs Judi yang Lama

Bahkan, Ira pernah mengalami sendiri harus berebut barang yang sama dengan orang asing. Untung, ia berhasil mendapatkannya. “Ini kan aset budaya bangsa Indonesia. Orang asing aja jatuh cinta, masa kita enggak mau melestarikan aset yang kita miliki,” ungkap Ira. Tak Ternilai Harganya Kendala yang dihadapi Ira tak hanya datang dari orang asing. Waktu pencarian menjadi kendala terbesar yang harus ia taklukkan agar mendapat barang-barang yang sesuai dengan keinginannya. Ini dikarenakan semua elemen yang dibutuhkan untuk membangun rumah beserta interior pengisinya tidak didapat dari satu tempat. “Kalau untuk barang-barang interior, saya sudah mengumpulkan semenjak saya masih lajang. Tetapi, kalau untuk material membangun rumah, saya kumpulkan setelah saya menikah,” ucap Ira yang merasa beruntung karena sang suami, Teddy (48), sangat mendukung hobinya.

Tak hanya di Jakarta, Ira dan suami melakukan pencarian barang-barang untuk membangun rumah beserta isinya hingga ke luar kota. Berbekal informasi dari internet, teman-teman yang hobi mengoleksi barang antik, dan terjun langsung ke lapangan, Ira berhasil mencari barang-barang itu. Bahkan, ia mengaku sangat bahagia saat mendapat informasi ada orang yang ingin menjual rumah Joglo dan rumah Jineng. “Waktu saya dapat informasi itu saya langsung berangkat ke Jawa untuk melihat sendiri kondisi rumahnya. Setelah saya lihat, kondisinya masih sempurna. Tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan,” ucap ibu dari Naila (18), Naura (15), dan Nadhif (11) ini. Lebih dari Sekadar Suka Walau memakan waktu lama, semua penantian yang Ira peroleh terbayar. Kepuasan yang diperoleh Ira tak bisa dinilai harganya. Tetapi, Ira mengingatkan bahwa jika ingin memiliki rumah seperti ini, Anda harus benar-benar jatuh hati karena suka saja itu belum cukup.

Alasannya, tak hanya proses pencari barang yang lama, proses pembangunan rumahnya juga lebih lama dibanding dengan membangun rumah dari material baru. “Proses pembangunan rumah ini memakan waktu hampir 2 tahun,” ucap Ira. Padahal, waktu untuk membangun rumah dengan luasan seperti ini standarnya hanya 8 bulan. Tetapi, Ira menegaskan bahwa perjuangan yang ia lakukan sebanding dengan hasil yang diperoleh. Ia juga merasa sangat terbantu karena tukang-tukang yang ia temui sangat paham bagaimana membongkar rumah lama dan membangunnya kembali.

Kerusakan yang terjadi saat pembongkaran dan pemasangan sangat minim. “Saya surprise, para tukang yang membongkar dan memasang ini sangat mahir. Kayak Aladdin aja mereka, bisa mindahin bangunan dari Jawa Tengah ke Bandung tanpa cacat,” ucap Ira. Menyatu dengan Alam Tak hanya dari sisi satu per satu barang dan bangunannya saja yang membuat Ira puas. Ia juga puas dengan interior rumah ini. Walau semua barang didapat dari banyak tempat, tetapi saat disatukan semua saling melengkapi, baik interior maupun bangunannya. Ira juga mengaku senang dengan layout rumahnya ini, yang terdiri dari beberapa massa bangunan yang berbeda fungsi. Rumah etnik ini dibalut dengan keasrian taman yang indah dan terawat, menyatu dengan keasrian daerah Dago. Nyamannya!

Pilih Buka Toko atau Jadi Pemasok Klapertart? Bag4

Anda bisa buka toko online dengan memiliki website sendiri atau bekerja sama dengan marketplace, seperti tokopedia.com atau buka lapak.com. Jika belum ingin menggunakan website, Anda bisa menggunakan media sosial seperti Facebook dan Instagram. Jika tertarik mengembangkan usaha toko secara online, perlu lebih banyak belajar mengenai internet marketing. Internet marketing merupakan ilmu pemasaran yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis di dunia maya.

Dengan menggunakan ilmu internet marketing, diharapkan bisnis online Anda dapat terus berkembang. Tentang penawaran jadi pemasok klapertart di coffee shop kerabat Anda, ini juga merupakan pilihan bisnis yang menarik. Jika Anda mencoba jadi pemasok, akan mendapat gambaran dan ilmu tentang penjualan produk, selera pasar, dan apa yang diinginkan pelanggan.

Tempe Masak Santan Merah ala Catering Jakarta Barat

Tempe Masak Santan Merah ala Catering Jakarta Barat

Bahan: 350 gr tempe, potong dadu 2×2 cm 1 cm lengkuas, memarkan 3 bh cabai rawit, potong serong 2 bagian 1/2 sdt garam 1/4 sdt gula merah 300 ml santan, dari 1/4 btr kelapa 1 sdm minyak, untuk menumis 500 ml minyak, untuk menggoreng Bumbu Halus: 1 btr kemiri, sangrai 1 bh cabai merah besar, buang biji 3 bh cabai merah keriting 2 siung bawang putih 5 btr bawang merah

Cara Membuat Tempe Masak Santan Merah Untuk 2 porsi: 1. Lumuri tempe dengan 1/2 sdt garam dan 300 ml air. Diamkan 5 menit. 2. Panaskan minyak, goreng tempe sampai kuning keemasan. Sisihkan. 3. Tumis bumbu halus, lengkuas, dan cabai rawit hingga harum. Masukkan tempe. Aduk rata. 4. Bubuhi garam dan gula merah. Aduk rata. Tuang santan. Masak sambil diaduk hingga kental.

Ikan Kuah Sambal Gurih Untuk 3 porsi

Bahan: 2 ekor ikan patin, potong 3 bagian 3 bh bawang merah, iris tipis 2 lbr daun salam 1 cm lengkuas, memarkan 1 bh tomat, potong-potong 1/2 sdt garam 1/2 sdt gula merah, sisir 800 ml santan dari 1/4 btr kelapa 1 sdm minyak, untuk menumis Bumbu Halus: 3 bh cabai merah besar 1/2 cm kencur 4 btr bawang merah 2 siung bawang putih

Cara Membuat Ikan Kuah Sambal Gurih Untuk 3 porsi : 1. Lumuri ikan dengan 1/2 sdt garam, 1/4 sdt merica bubuk, dan 1/2 sdt air jeruk nipis. Diamkan 10 menit. 2. Tumis bawang merah dan bumbu halus hingga harum. Aduk rata. Masukkan daun salam, lengkuas, dan tomat. Aduk sampai layu. 3. Masukkan ikan. Aduk sampai berubah warna. 4. Tuang santan. Bubuhi garam dan gula merah. Masak sambil sesekali diaduk hingga matang.

Sebagai salah satu kue khas daerah, klapertart selalu memiliki penggemar setia di mana saja. Apalagi, saat ini klapertart tampil semakin kaya dengan varian rasa beragam, plus penampilan yang kian menarik. Jika ingin berjualan klapertart, simak strategi usahanya terlebih dulu.