WASWAS MENANTI DANA BIDIKMISI bag2

Dasar program ini adalah Pasal 76 UndangUndang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang mewajibkan pemerintah memenuhi hak mahasiswa kurang mampu secara ekonomi atau miskin untuk dapat menyelesaikan studinya menurut peraturan akademik. Walau Bidikmisi diutamakan bagi mahasiswa kurang mampu, syarat prestasi tetap menjadi kriteria. Tujuannya agar penerima program ini terseleksi dari yang benarbenar mempunyai potensi dan kemauan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

Program ini telah memberikan bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup kepada sekitar 300 ribu mahasiswa sejak dilaksanakan pada 2010 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional. Nilai bantuan yang diberikan setiap semesternya Rp 6 juta per mahasiswa. Dana tersebut terbagi atas Rp 2,4 juta sebagai uang kuliah tunggal dan Rp 3,6 juta sebagai biaya hidup selama periode enam bulan atau setara dengan Rp 600 ribu per bulan.

WASWAS MENANTI DANA BIDIKMISI

HIMAWAN, mahasiswa semester akhir Fakultas Kehutanan Institut Pertani an Bogor, adalah peserta program Bidikmisi. Setiap bulan ia menerima Rp 600 ribu untuk hidup sehari-hari, dari sewa kamar kos, makan, hingga biaya tambahan tugas kuliah. Hanya, dana dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi itu jauh dari memadai. Aneka praktek lapangan fakultas membuat dana Bidikmisi yang ia terima semakin tak cukup.

Praktek lapangan ini membutuhkan biaya akomodasi tambahan yang akan semakin menguras biaya hidupnya. Untuk mengakalinya, ia pun mengajukan bantuan subsidi dari fakultas. Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan. Berbeda dengan beasiswa yang berfokus pada pemberian penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi, Bidikmisi berfokus pada mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Perlukah Bayi Merangkak

Mama mana yang tidak senang bila perkembangan bayinya terus mengalami kemajuan? Salah satu perkembangan yang kerap dinantikan adalah merangkak. Menurut ahli tumbuh kembang anak yang juga pengurus IDAI Jaya (Ikatan Dokter Anak Indonesia Jakarta Raya), dokter Rini Sekartini, merangkak merupakan salah satu perkembangan motorik kasar pada bayi.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Proses merangkak sebagian besar dilampaui oleh bayi, tetapi ada sekitar 15% bayi tidak melewati fase merangkak dan ini merupakan hal yang normal. “Sebenarnya tidak mengapa bila bayi tidak melewati fase merangkak. Mama dan Papa tidak perlu stres atau dibebani rasa bersalah sehingga menjadi cemas. Lagi pula, dalam perangkat skrining perkembangan tidak terdapat item untuk menilai perkembangan merangkak.

Merangkak merupakan peralihan kemampuan bayi dari proses tengkurap dan berguling menuju kemampuan berdiri. Kurun waktu perkembangan merangkak terjadi pada usia sekitar 7-10 bulan. Untuk itu, orangtua harus memberikan kesempatan dan melakukan stimulasi,” papar Rini.

Baik Untuk Motorik Kasar

Rini tidak menampik bahwa aktivitas merangkak baik untuk perkembangan motorik kasar. “Pada saat merangkak terjadi koordinasi antara tungkai kaki dan lengan untuk bergerak ke seluruh arah. Gerakan sinkron kiri dan kanan ini secara tidak langsung dapat merangsang kedua belahan otak kiri dan kanan. Rangsangan yang seimbang ini akan membantu perkembangan kedua belahan otak untuk mengoptimalkan fungsi nya,” jelas Rini. Tapi, Rini mengulangi penegasannya bahwa tidak semua bayi yang sudah dapat duduk, lalu merangkak dan terus berdiri.

Bisa saja salah satu fasenya mendahului yang lain. Ada bayi yang setelah duduk langsung dapat berdiri tanpa merangkak. Jadi, Mama dan Papa tak perlu khawatir bila bayinya tidak melewati fase merangkak. Lebih lanjut Rini mengatakan, “Pada bayi yang melewati fase merangkak ataupun yang tidak merangkak dalam bentuk lain seperti merayap, tidak berarti perkembanganya tidak normal, demikian pula perkembangan kemampuan otaknya. Koordinasi kiri dan kanan dapat pula dilakukan de ngan proses berjalan de ngan mengayunkan tangannya. Hal ini juga akan membantu merangsang kedua belahan kiri dan kanan otaknya. Jadi orangtua tidak harus sangat khawatir bila bayinya tidak merangkak.”

Chicken Cordon Bleu ala Cafe Instagramable di Jakarta

Chicken Cordon Bleu ala Cafe Instagramable di Jakarta

Bahan: 1 pasang dada ayam 1/4 sdt garam 1/4 sdt merica bubuk 1 sdt air jeruk nipis 500 ml minyak untuk menggoreng Bahan Pelapis: 3 bh putih telur 100 gr tepung panir kasar Bahan

Bahan Isi: 4 lbr keju cepat leleh 4 lbr daging asap Pelengkap: 100 gr saus mayonnaise 100 gr saus tomat

Cara Membuat untuk 2 porsi : 1. Potong 2 bagian dada ayam. Sayat bagian tengah dada ayam hingga berbentuk kantung. Lumuri ayam bersama garam, merica bubuk, dan air jeruk nipis. Diamkan 15 menit. 2. Ambil sepotong dada ayam. Masukkan selembar daging asap dan keju. Rapatkan kembali ujungnya. 3. Gulingkan di atas tepung panir kasar. Celupkan ke dalam putih telur. Gulingkan di atas tepung panir kasar. 4. Goreng ayam di dalam minyak yang telah dipanaskan dengan api sedang sampai matang. Sajikan bersama pelengkap.

Ayam Krispi Keju Pedas 4 porsi

Bahan: 1 pasang dada ayam 1/2 sdt garam 1/8 sdt merica bubuk 1 sdt air jeruk nipis 500 ml minyak untuk menggoreng Bahan Pelapis: 200 gr tepung sagu ubi Bahan Taburan: 1 sdt bubuk keju 1 sdt bubuk cabai

Cara Membuat: 1. Potong 2 bagian dada ayam. Ambil satu bagian dada ayam. Belah menjadi 2 bagian. Satu bagian lagi dibelah 2 melebar, tanpa putus. 2. Pukul-pukul dada ayam hingga pipih. Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, merica bubuk, dan garam. Diamkan 15 menit. 3. Gulingkan ayam di atas tepung sagu ubi sambil ditekan-tekan agar tepung menempel. Angkat-angkat. 4. Goreng di dengan minyak yang telah dipanaskan pada api sedang sampai matang. Tiriskan. Sajikan bersama taburan bubuk keju dan cabai.

Ayam Lapis Kentang

Bahan: 1 pasang dada ayam, potong 2 bagian 1 sdt air jeruk nipis 1 bh kentang, iris tipis 1 bh tomat, iris tipis 1 sdt oregano 100 gr keju cepat leleh, iris-iris 1/4 sdt merica bubuk 1/4 sdt garam 1 sdm minyak

Bahan Olesan: 2 sdm susu cair

Cara Membuat: 1. iris-iris ayam tidak putus. Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, garam, merica bubuk, dan minyak. 2. Masukkan kentang, tomat, dan keju pada bagian irisan ayam. 3. Taburi ayam dengan oregano. 4. Letakkan ayam di atas loyang yang sudah dilapisi aluminium foil. oven dengan api bawah pada suhu 180 derajat Celsius sampai matang, sambil diolesi bahan olesan.