Konservasi Cetak Biru Gajah Sumatera Bag8

Berdasarkan analisis dari 310 sampel kotoran gajah dari Way Kambas, terungkap rentang populasi gajah sebanyak 220-278 individu. Universitas Negeri Lampung juga melakukan studi konservasi. Mereka memetakan DNA individu gajah yang ada di Pusat Konservasi Way Kambas. ”Tujuannya menelusuri garis haplogroup mereka,” ujar Elly L. Rustiati, peneliti ekologi sekaligus koordinator riset. Meski metode ini terbilang baru, konservasi berbasis penanda DNA cukup efektif, baik untuk memperkaya keanekaragaman genetika satwa langka dan keamanan satwa.

Melalui pendekatan ini, misalnya, beberapa kali jaringan perdagangan gading ilegal gajah Afrika (Loxodonta africana) digagalkan. Perdagangan kulit harimau Benggala (Panthera tigris tigris) di India dan gorila punggung perak di Taman Nasional Virunga, Kongo, juga bisa dibongkar. Setelah minum, Berry kembali mengeluarkan suara lengkingan. Kali ini diikuti gajah jantan bernama Denis, 27 tahun, di belakangnya. Dituntun mahout, keduanya berjalan tegap beriringan memasuki hutan Taman Nasional Way Kambas, bersiap untuk berbaur dengan gajah liar di sana.

”Matematika” Untuk Si Batita Bag2

Meskipun tampak masih “kacau”, Mama tak perlu mengurungkan niat untuk mengenalkan matematika. Percayalah, ca ra terbaik untuk membangun keterampilan matematikanya adalah dengan memasukkan aktivitas berhitung ke dalam kegiatan sehari-harinya. Hitunglah jumlah kucing yang sedang berkejar-kejaran di taman atau mobil merah yang diparkir saat Mama tengah berjalan dengannya.

Baca juga : Kerja di Jerman

Selain itu izinkan ia untuk menyentuh benda-benda tersebut saat menghitung. Atau saat Mama pulang belanja, berikan padanya tiga jeruk, dan minta ia memasukkannya ke dalam kulkas. “Ini ada berapa jeruk, Dek? Yuk, kita hitung. Satu… dua… tiga.” JUMLAH KECIL DULU Meskipun batita mungkin bisa mengenal angka 1 sampai 10, kebanyakan dari mereka hanya bisa menghitung dengan urut 1 sampai 3. Beberapa mungkin dapat menghitung 1 sampai 5. Selebihnya, mereka bisa saja menyebutkan angka 1 sampai 10, tetapi tidak selalu menyebutkannya dalam urutan yang benar.

Melihat kemampuannya saat ini, ada baiknya Mama jangan terjebak untuk mencoba membujuk si batita menghitung benda yang jumlahnya lebih dari sepuluh. Sebab, anak batita belum bisa memahami secara utuh hubungan antara angka yang lebih besar dengan jumlah sebenarnya. Mereka biasanya baru bisa menghitung dengan tepat benda-benda yang jumlahnya ada di antara angka satu sampai tiga.

Anak-anak usia ini yang bisa menyebutkan angkaangka besar secara berurutan dengan benar umumnya karena didasari ingatan semata. Lalu hal terbaik apa yang bisa Mama la ku kan untuknya saat ini? Ajak ia berlatih dengan angka-angka yang lebih kecil. “Adek lebih suka mangkuknya diisi satu biskuit atau tiga? Coba lihat, kalau Mama cam pur satu biskuit di mangkuk Adek dengan dua biskuit dari mangkuk Mama, apa jadinya?

Apa kah kita akan mendapat lebih banyak biskuit?” Coba cari kegiatan lain, yang bisa menunjuk kan kepada si kecil bahwa tiga atau empat lebih banyak daripada satu. Jarak dua kotak di lantai lebih jauh daripada satu kotak (dihitung dari langkahnya). Intinya, beri ia banyak kesempatan melatih kemampuannya dalam mengira-ngi ra, mengukur, dan menghi tung dalam suasa na santai. Tanpa disadari, ada banyak konsep logika matematika yang diolah bersama nalarnya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/