Batuk Pilek Tak Sembuh-Sembuh

Dokter rifan, kami tinggal di daerah pegunungan, saat ini si kecil usia 7 bulan sedang batuk pilek. Sudah hampir satu bulan belum sembuh juga. Batuknya tidak sering, akan tetapi ketika batuk disertai muntah, apa lagi kalau malam hari. Saya dengan bayi tidak boleh sering sering dikasih obat. Makanya saya berikan MPASI pure buah dan berjemur di pagi hari.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Dengan harapan batuk dan pileknya cepat sembuh. Tapi sampai sekarang belum sembuh juga. Apakah si kecil harus di periksa ke dokter? Terima kasih jawabannya, Deni La Piero – Medan. Batuk pilek yang belum sembuh sembuh dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya infeksi saluran napas akut (ISPA) yang berulang. Misalka, ada beberapa anggota keluarga lain yang tinggal di rumah menderita ISPA, sehingga terjadi proses saling menularkan.

Bisa juga disebabkan oleh infeksi paru, seperti pneumonia atau bronkiolitis, batuk rejan (oertusis), aliran balik isi lambung (refluks gastro esophagus/RGE), dan sebagainya. Faktor kemungkinan alergi juga dapat menjadi penyebabnya. Faktor lain yang penting diperhatikan, ada atau tidaknya paparan terhadap asap rokok di sekitar si kecil, karena asap rokok terbukti kuat sebagai iritan dan merusak dinding saluran napas yang dapat menyebabkan gejala batuk berulang pada bayi dan anak. Ada baiknya si kecil dibawa berobat ke dokter terdekat untuk mendapatkan kepastian penyebab batuk pilek yang tidak sembuh-sembuh ini.

Biarkan Si Praremaja Bereksperimen

Hasil riset yang disampaikan pada Pertemuan Tahunan American Academy of Neurology memperlihatkan, anak-anak praremaja yang sering bereksperimen atau mencoba halhal baru memiliki proses otak yang berbeda dari anak-anak lain. Menurut penelitian ini, praremaja yang suka bereksperimen memiliki aktivitas yang tinggi di area posterior insula dan putamen, area otak yang sensitif terhadap “kondisi tubuh” dan “melakukan tindakan”.

Yang menarik, aktivitas di area posterior insula dan putamen ini berpengaruh terhadap area rostrolateral prefrontal cortex, yaitu area yang berhubungan dengan pengambilan keputusan. Kesimpulannya, praremaja yang hobi bereksperimen cenderung mencoba sesuatu sebelum memutuskan apakah itu cocok atau baik untuknya. Lewat temuan ini, para peneliti berharap orangtua dapat memahami pola asuh yang tepat untuk anak praremajanya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *