BIAR NYAMUK MENJAUH

DAUN kemangi ternyata bukan sekadar lalapan. Felianty Teresa, Sherine, dan Devina Hartono, tiga pelajar Sekolah Menengah Atas Santo Kristoforus, Jakarta Barat, berhasil memanfaatkannya sebagai bahan pengusir nyamuk. Memiliki nama Latin Ocinum bassilum ferina citratum, kemangi mengandung geraniol dan linalool, yang aromanya harum menyengat. Geraniol tidak larut dalam air, tapi dapat membaur dalam bahan pelarut tertentu. ”Aroma zat geraniol ini yang tidak disukai nyamuk,” kata Felianty, yang ditemui di sekolahnya, Selasa pekan lalu.

Felianty yang mula-mula mendapat gagasan membuat cairan pengusir nyamuk. Siswa kelas XI jurusan ilmu pengetahuan alam ini mengaku sering digigit nyamuk di rumah. Informasi tentang geraniol dan kemangi dia temukan dari Internet. Pada September 2015, ia memulai riset untuk mengekstrak daun kemangi dan mengajak serta dua rekannya di sekolah, Sherine dan Devina. Di bawah bimbingan guru biologi Ester Sitorus, ketiganya bekerja di laboratorium sekolah. Ekstrak daun kemangi mereka ujicobakan pada nyamuk yang dikembangbiakkan di dalam laboratorium. ”Kami sempat berkali-kali gagal,” kata Felianty. Riset mereka berlangsung selama tujuh bulan.

Akhir tahun lalu mereka sempat berhenti karena harus mengerjakan tugas sekolah yang lain. Baru pada awal tahun ini mereka melanjutkan riset yang tertunda, sampai berhasil meramu formula cairan daun kemangi yang dapat mengincit nyamuk. Sherine mengatakan larutan antinyamuk buatan mereka belum sempurna betul. Sampai saat ini temuan mereka hanya sanggup bertahan lima hari pada suhu 18- 26 derajat Celsius, setelah itu membusuk. Larutan bisa awet sampai seminggu kalau disimpan di dalam lemari pendingin.

Kelemahan lain, larutan kemangi hanya sanggup mengusir nyamuk selama sekitar 30 menit dan tidak membunuhnya. Tapi keunggulannya, menurut Sherine, temuan mereka aman karena terbuat dari bahan alami. Larutan antinyamuk yang banyak dijual saat ini bisa merusak kulit dan mencemari udara sekitarnya karena mengandung bahan kimia dietyltoluamide. Ada dua cara menggunakan larutan kemangi untuk mengenyahkan nyamuk: menyemprotkannya ke udara atau mengoleskannya ke kulit.

Agar bisa dioleskan, larutan lebih dulu dicampur dengan bedak. Hasil riset ini mereka ikutkan dalam lomba karya ilmiah di Kolese Kanisius pada Maret lalu dan meraih gelar juara ketiga. Prestasi mereka semakin moncreng dalam International Engineering Invention and Innovation Exhibition (i-ENVEX) ke-7 di Malaysia, 8-10 April lalu. Dalam ajang inovasi internasional yang diikuti 320 peserta dari perguruan tinggi serta sekolah berbagai negara itu, Felianty dan tim menjadi juara kedua. Banyak yang kagum dan menganjurkan mereka memproduksi cairan daun kemangi secara massal. ”Tapi kami masih pikir-pikir dulu,” kata Felianty.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *