Categories
Otomotif

Menggoda Dengan Jok Baris Ketiga Bagian 4

Tidak terasa indikasi kehilangan tenaga karena putaran mesin terjaga di kisaran 5.000 rpm. Situasi yang tentu memudahkan kami untuk sekadar mendahului mobil di yang berada di depan. Karakter setir Discovery Sport memang agak berat, sekalipun kami melaju dengan kecepatan pelan. Namun imbas positifnya, ia memberikan kami pengendalian yang optimal atas mobil saat melaju di jalan lurus maupun menikung tajam sekalipun. Satu hal lain yang kami apresiasi ialah bantingan suspensi.

Pengaplikasian suspensi multilink pada bagian belakang terbukti menambah kenyamanan karena karakter bantingan suspensi mobil ini menjadi lebih empuk. Sayangnya, kami belum sempat mengajak Discovery Sport ini berpetualang ke medan off-road. Pasalnya sebagai mobil berpenggerak 4 roda murni, ia sudah dilengkapi pengaturan suspensi untuk meredam area bebatuan atau tanah licinsekalipun. Satu hal yang kami yakini bisa dieksplorasi lebih maksimal, khususnya bagi Anda keluarga mapan yang berjiwa petualang.

Categories
Otomotif

Menggoda Dengan Jok Baris Ketiga Bagian 3

Begitu tombol engine start ditekan, raungan mesin 1.999 cc 4­silinder nyaris tidak terdengar. Tidak hanya raungan mesin bensin ini lebih halus dibanding mesin Discovery Sport SD4 (diesel), tapi juga karena kabin mobil ini memang cukup senyap. Melaju di lalu lintas dalam kota yang padat, bukan perkara sulit bagi Discovery Sport. Selain bekal tenaga sebesar 240 dk dan torsi melimpah hingga 340 Nm, mobil ini mengadopsi transmisi otomatis baru 9 percepatan.

Sebagai informasi saja, karakter transmisi ini mirip dengan transmisi otomatis 9 percepatan milik Grand Cherokee karena samasama dipesan dari sang ahli yakni ZF. Saat melaju dengan kecepatan lambat ataupun sedang, kami merasakan kalau transfer tenaga di setiap gigi bisa tersalur dengan halus dan tepat serta minim hentakan. Terlebih saat posisi knop transmisi kami ubah ke Sport. Reaksi mesin langsung menyalak begitu pedal kamikick down.

Categories
Otomotif

Menggoda Dengan Jok Baris Ketiga Bagian 2

Bahkan tanpa anak kecil yang duduk disanapun, jok ini sudah menghalangi pan dangan ke belakang karena kaca belakang yang juga ter lihat mungil. Beruntung jok baris ketiga ini bisa dilipat rata dan menjadi komparte men bagasi saja. Nuansa berbeda tersaji optimal untuk penumpang di baris kedua. Tidak hanya mendapatkan sensasi luar dari atap kaca panoramic, ruang kaki dan kepala di area ini juga sudah sangat baik.

Jok baris kedua ini pun bisa dilipat dengan perbandingan 60:40 untuk ekstra bagasi. Ambil posisi di balik kemudi, kami mendapatkan ruang pandang yang sangat luas. Pasalnya selain kaca depan landai, pilar A juga dirancang lebih tipis. Tidak susah untuk melihat ujung kap mesin dan posisi sekeliling mobil juga tersaji dengan jelas. Sisanya, seluruh material di interior tersaji dengan baik karena sudah terbungkus kulit.

Categories
Otomotif

Menggoda Dengan Jok Baris Ketiga

Segmen SUV perlahan tapi pasti mulai mendapat tempat di hati konsumen di Indonesia. Tidak lagi didominasi SUV asal Jepang, tapi juga SUV premium seperti Land Rover Discovery Sport yang satu ini. Mulanya kami tidak menyangka kalau Land Rover Discovery Sport mampu memberi perbedaan signifkan. Namun saat mengecek ke kabin, kami terkejut dengan sisipan 2 jok tambahan di baris ketiga. Padahal pan jang mobil yang mengambil basis dari Range Rov er Evoque ini hanya 4,5 meter.

Dengan konf gurasi jok 5+2, Land Rover Discovery Sport bisa memaksimalkan kapasitas angkut penumpang untuk 7 orang. Di poin ini saja, ia sudah lebih unggul dibanding rival terdekat semisal BMW X3 ataupun Audi Q5 yang hanya mampu menampung 5 orang di dalam kabin. Sayangnya, desain jok di baris ketiga ini terlihat aneh. Ia seperti melenceng dari garis desain kabin secara keseluruhan. Masalahnya ada di sandaran kepala yang dibuat terlalu menjulang ke atas.