Jatuh Cinta pada Barang Olahan dari Situs Judi yang Lama

Jatuh Cinta pada Barang Olahan dari Situs Judi yang Lama Ngapain pakai barang baru, kalo bisa pakai barang lama,” ucap Ira (48), pemilik rumah. Ya, di mata Ira, barang-barang lama dan bekas pakai ini memiliki nilai seni yang lebih tinggi dibandingkan dengan barang baru. Bukan karena ia tak mampu membeli barang baru, tetapi Ira memang jatuh hati dengan barang lama. Ia juga tidak merasa dirinya hina dengan membangun rumah dari material dan barang lama. Bahkan, ia bangga karena sedikit banyak telah melestarikan barang-barang yang syarat akan nilai budaya Bangsa Indonesia karena barang-barang dan material yang ia kumpulkan tak terlepas dari sejarah kehidupan masyarakat Indonesia dulu. Selain karena alasan hobi mengoleksi barang lama, melestarikan barang-barang yang syarat akan nilai budaya memang jadi tujuan yang ingin ia capai. Ira tak ingin barang-barang ini jatuh ke tangan orang asing. Memang, sekarang ini banyak sekali orang asing yang memburu barangbarang lama ini.

Jatuh Cinta pada Barang Olahan dari Situs Judi yang Lama

Bahkan, Ira pernah mengalami sendiri harus berebut barang yang sama dengan orang asing. Untung, ia berhasil mendapatkannya. “Ini kan aset budaya bangsa Indonesia. Orang asing aja jatuh cinta, masa kita enggak mau melestarikan aset yang kita miliki,” ungkap Ira. Tak Ternilai Harganya Kendala yang dihadapi Ira tak hanya datang dari orang asing. Waktu pencarian menjadi kendala terbesar yang harus ia taklukkan agar mendapat barang-barang yang sesuai dengan keinginannya. Ini dikarenakan semua elemen yang dibutuhkan untuk membangun rumah beserta interior pengisinya tidak didapat dari satu tempat. “Kalau untuk barang-barang interior, saya sudah mengumpulkan semenjak saya masih lajang. Tetapi, kalau untuk material membangun rumah, saya kumpulkan setelah saya menikah,” ucap Ira yang merasa beruntung karena sang suami, Teddy (48), sangat mendukung hobinya.

Tak hanya di Jakarta, Ira dan suami melakukan pencarian barang-barang untuk membangun rumah beserta isinya hingga ke luar kota. Berbekal informasi dari internet, teman-teman yang hobi mengoleksi barang antik, dan terjun langsung ke lapangan, Ira berhasil mencari barang-barang itu. Bahkan, ia mengaku sangat bahagia saat mendapat informasi ada orang yang ingin menjual rumah Joglo dan rumah Jineng. “Waktu saya dapat informasi itu saya langsung berangkat ke Jawa untuk melihat sendiri kondisi rumahnya. Setelah saya lihat, kondisinya masih sempurna. Tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan,” ucap ibu dari Naila (18), Naura (15), dan Nadhif (11) ini. Lebih dari Sekadar Suka Walau memakan waktu lama, semua penantian yang Ira peroleh terbayar. Kepuasan yang diperoleh Ira tak bisa dinilai harganya. Tetapi, Ira mengingatkan bahwa jika ingin memiliki rumah seperti ini, Anda harus benar-benar jatuh hati karena suka saja itu belum cukup.

Alasannya, tak hanya proses pencari barang yang lama, proses pembangunan rumahnya juga lebih lama dibanding dengan membangun rumah dari material baru. “Proses pembangunan rumah ini memakan waktu hampir 2 tahun,” ucap Ira. Padahal, waktu untuk membangun rumah dengan luasan seperti ini standarnya hanya 8 bulan. Tetapi, Ira menegaskan bahwa perjuangan yang ia lakukan sebanding dengan hasil yang diperoleh. Ia juga merasa sangat terbantu karena tukang-tukang yang ia temui sangat paham bagaimana membongkar rumah lama dan membangunnya kembali.

Kerusakan yang terjadi saat pembongkaran dan pemasangan sangat minim. “Saya surprise, para tukang yang membongkar dan memasang ini sangat mahir. Kayak Aladdin aja mereka, bisa mindahin bangunan dari Jawa Tengah ke Bandung tanpa cacat,” ucap Ira. Menyatu dengan Alam Tak hanya dari sisi satu per satu barang dan bangunannya saja yang membuat Ira puas. Ia juga puas dengan interior rumah ini. Walau semua barang didapat dari banyak tempat, tetapi saat disatukan semua saling melengkapi, baik interior maupun bangunannya. Ira juga mengaku senang dengan layout rumahnya ini, yang terdiri dari beberapa massa bangunan yang berbeda fungsi. Rumah etnik ini dibalut dengan keasrian taman yang indah dan terawat, menyatu dengan keasrian daerah Dago. Nyamannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *