Konservasi Cetak Biru Gajah Sumatera Bag8

Berdasarkan analisis dari 310 sampel kotoran gajah dari Way Kambas, terungkap rentang populasi gajah sebanyak 220-278 individu. Universitas Negeri Lampung juga melakukan studi konservasi. Mereka memetakan DNA individu gajah yang ada di Pusat Konservasi Way Kambas. ”Tujuannya menelusuri garis haplogroup mereka,” ujar Elly L. Rustiati, peneliti ekologi sekaligus koordinator riset. Meski metode ini terbilang baru, konservasi berbasis penanda DNA cukup efektif, baik untuk memperkaya keanekaragaman genetika satwa langka dan keamanan satwa.

Melalui pendekatan ini, misalnya, beberapa kali jaringan perdagangan gading ilegal gajah Afrika (Loxodonta africana) digagalkan. Perdagangan kulit harimau Benggala (Panthera tigris tigris) di India dan gorila punggung perak di Taman Nasional Virunga, Kongo, juga bisa dibongkar. Setelah minum, Berry kembali mengeluarkan suara lengkingan. Kali ini diikuti gajah jantan bernama Denis, 27 tahun, di belakangnya. Dituntun mahout, keduanya berjalan tegap beriringan memasuki hutan Taman Nasional Way Kambas, bersiap untuk berbaur dengan gajah liar di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *